Uncategorized

LAMPUNG MENANGIS BERSAMA SUMATRA,DOA LINTAS AGAMA DIGELAR DIPOLDA

MATARAM –NTB

30/12/2025

Judul: Lampung Menangis Bersama Sumatera, Doa Lintas Agama Digelar di POLDA

Suara Empati di Tengah Luka Bencana, Lampung Tidak Diam

Bandar Lampung | Senin, 29 Desember 2025 | Tribuana Cakrawala Nusantara.com – Duka bencana yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Sumatera masih membekas.

Korban jiwa berjatuhan, ribuan warga kehilangan rumah, dan luka kemanusiaan terus menganga. Di tengah situasi itu, Lampung memilih tidak membisu.
Senin (29/12/2025).

Polda Lampung menggelar doa bersama lintas agama di halaman Mapolresta Bandar Lampung.

Kegiatan ini menjadi suara empati kolektif bagi masyarakat Sumatera, khususnya korban bencana di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara.

Ratusan peserta dari berbagai elemen hadir dalam suasana khidmat. Unsur TNI–Polri, Tokoh Agama Lintas Iman, Tokoh Masyarakat, serta Perwakilan Pemerintah Daerah berdiri sejajar, tanpa sekat, menyatukan doa untuk mereka yang terdampak bencana.
Tak ada hiruk pikuk.

Tak ada perbedaan keyakinan.
Yang ada hanyalah manusia yang berdoa untuk manusia.

Doa bersama bertajuk “Harmoni Doa Lintas Agama dari Indonesia untuk Sumatera Bangkit” ini bukan sekadar seremoni. Ia menjelma menjadi jeritan sunyi kemanusiaan, pesan bahwa penderitaan rakyat tidak boleh diabaikan.

KAPOLDA Lampung Irjen Pol Helfi Assegaf dalam keterangannya menegaskan, kegiatan ini merupakan ikhtiar batin sekaligus tanggung jawab moral seluruh elemen bangsa di saat kemanusiaan diuji oleh bencana.

“Bencana tidak memilih korban. Karena itu empati juga tidak boleh memilih. Doa ini adalah bentuk kepedulian kami agar Sumatera diberi kekuatan, keselamatan, dan segera bangkit,” ujar Kapolda.

Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk memperkuat solidaritas sosial, saling membantu, dan tidak menjadikan bencana sekadar angka statistik.
Momentum doa bersama ini berlangsung di penghujung tahun, menjadi refleksi kolektif bahwa di balik dinamika politik, pembangunan, dan kepentingan kekuasaan, masih ada jeritan rakyat yang membutuhkan kehadiran nyata negara dan masyarakat.

Lampung mengirim Do’a.
Sumatera berjuang.
Indonesia diuji nuraninya.

Doa lintas agama ini sekaligus menegaskan satu pesan kuat:

  1. Saat alam murka, solidaritas adalah benteng terakhir.
  2. Saat rakyat menderita, empati bukan pilihan, melainkan kewajiban.

((H,SUJAYADI )- Redaksi)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button