Kunjungan Personil Tribuana Cakrawala Nusantara.Gunung Ranjani-Sembalun Lombok Timur

MENELISIK POTENSI AGROWISATA SEMBALUN, PENGURUS PSSI LOMBOK TENGAH, KETUA PAC PKB JANAPRIA, DAN KAPERWIL TRIBUANA CAKRAWALA TURUN LANGSUNG KE KEBUN STROBERI
mataram-Ntb
11–1–2026
Tribuanacakrawalanusantara.com
SEMBALUN, LOMBOK TIMUR – Di tengah isu ketimpangan pengembangan pariwisata dan minimnya perhatian terhadap petani dataran tinggi, rombongan lintas sektor yang terdiri dari pengurus PSSI Kabupaten Lombok Tengah, Ketua PAC PKB kecamatan janapria beserta sejumlah anggota, serta Kepala Perwakilan Wilayah (Kaperwil) Media Tribuana Cakrawala Nusantara NTB menyambangi kebun stroberi rakyat di Desa Sembalun, Kecamatan Sembalun, Sabtu (11/01/2026).
Kunjungan yang dimulai sekitar pukul 10.30 WITA tersebut bukan sekadar agenda seremonial. Rombongan terlihat meninjau langsung area tanam, berdialog dengan pengelola kebun, hingga mencermati proses budidaya stroberi yang selama ini menjadi salah satu penopang ekonomi masyarakat Sembalun.
Salah satu pengurus PSSI Lombok Tengah, Abdul Qadir Jailani, mengungkapkan bahwa potensi agrowisata seperti kebun stroberi Sembalun masih belum dikelola secara maksimal, padahal memiliki nilai strategis bagi pengembangan daerah.
“Kami melihat langsung bagaimana potensi ini berjalan dengan keterbatasan. Jika ada sinergi yang serius, sektor olahraga, pariwisata, dan ekonomi rakyat bisa saling menguatkan,” ujarnya.
Dari hasil pantauan di lapangan, kebun stroberi Sembalun masih dikelola secara swadaya oleh masyarakat dengan dukungan yang terbatas, baik dari sisi promosi maupun infrastruktur penunjang. Kondisi ini mendapat sorotan dari Ketua PAC PKB Kecamatan Janapria, Saprianto.
“Potensi sebesar ini tidak boleh dibiarkan berjalan sendiri. Negara dan pemerintah daerah harus hadir, bukan hanya menjadikan Sembalun sebagai etalase wisata, tetapi juga menjamin kesejahteraan petaninya,” tegasnya.
Media yang turut melakukan peliputan sejak awal kedatangan rombongan mencatat adanya kesenjangan antara tingginya minat wisatawan dengan minimnya perlindungan dan dukungan kebijakan bagi pelaku agrowisata lokal.
Kaperwil Media Tribuana Cakrawala Nusantara NTB, Hamzan Wadi, menegaskan bahwa kunjungan ini menjadi bahan penting bagi media untuk mengawal isu pembangunan berbasis potensi lokal.
“Kami tidak hanya datang untuk meliput, tetapi untuk memastikan suara petani dan pengelola kebun seperti ini tidak tenggelam. Media harus berdiri sebagai pengawas agar potensi daerah tidak sekadar jadi jargon,” ungkapnya.
Sekitar pukul 12.00 WITA, rombongan mengakhiri kunjungan dengan diskusi singkat bersama pengelola kebun. Sejumlah catatan lapangan terkait kebutuhan infrastruktur, akses pemasaran, dan dukungan lintas sektor mengemuka dalam pertemuan tersebut.
Kunjungan ini menandai adanya perhatian lintas elemen terhadap agrowisata Sembalun. Namun demikian, publik menanti langkah konkret pascakunjungan, agar potensi kebun stroberi tidak berhenti sebagai objek kunjungan, melainkan benar-benar menjadi motor penggerak ekonomi rakyat di kawasan kaki Gunung Rinjani.
(H.SUJAYADI-REDAKSI
Editor ~ Sayyid Hamzan




