Kehadiran Ketua BAI-DPD-NTB,Bersama Tim Media Tribuana Cakrawala Nusantara Diduga tidak DiRespon sesuae dgn Cirihas suku Sasak Lombok. Ntb

Mataram,NTB
9/1/2026
Media tribuanacakrawalanusantara.com.
Diduga Tak Hormati Tim Penengah, Keluarga Kadus Ras Beraim Persulit Mediasi Sengketa Tanah
Ras Beraim —
Upaya penyelesaian sengketa tanah yang terjadi di internal keluarga besar Kepala Dusun (Kadus) Desa Ras Beraim, Toni, menuai sorotan. Tim penengah yang hadir dengan itikad baik justru mendapat perlakuan yang dinilai tidak menghargai kehadiran tamu dan proses musyawarah.
Tim penengah hadir untuk memfasilitasi dialog damai sekaligus mendorong adanya pakta kesepakatan tertulis sebagai dasar penyelesaian sengketa tanah tersebut. Namun, dalam pertemuan di lapangan, situasi justru berkembang tidak kondusif.
Salah satu anggota keluarga Kadus yang ditemui menunjukkan sikap tidak menerima dan tidak puas atas kehadiran tim penengah. Bahkan saat diminta untuk dapat berkomunikasi langsung dengan Kadus Toni, pihak keluarga menyampaikan bahwa telepon seluler Kadus rusak, sehingga tidak dapat dihubungi.
Sikap ini menimbulkan tanda tanya besar mengenai keseriusan pihak keluarga dalam menyelesaikan konflik secara terbuka dan bermartabat. Padahal, sengketa tanah yang berlarut-larut berpotensi memicu konflik sosial yang lebih luas jika tidak segera diselesaikan dengan cara yang adil dan transparan.
Tim penengah menegaskan bahwa kehadiran mereka bukan untuk memihak, melainkan untuk:
Menjadi mediator netral,
Menjaga stabilitas hubungan kekeluargaan,
Serta mendorong adanya kesepakatan tertulis (pakta damai) yang mengikat semua pihak secara moral dan sosial.
“Kami datang dengan niat baik untuk menengahi dan mencari solusi. Namun yang kami temui justru sikap tertutup dan kurang menghargai proses musyawarah. Ini sangat disayangkan,” ujar salah satu perwakilan tim penengah.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada klarifikasi resmi dari Kadus Toni terkait sikap keluarganya maupun kelanjutan penyelesaian sengketa tanah tersebut.
Tim penengah berharap aparat desa dan tokoh masyarakat dapat turun tangan secara serius, agar konflik ini tidak semakin berlarut-larut dan merugikan semua pihak.
H .SUJAYADI-PIMPRED




