Anak Kandung Tega Bakar Ibu Kandung, Motif Sakit Hati dan Utang Piutang Terungkap

Tribuana Cakrawala Nusantara.com | Lombok Barat –
Kasus kematian tragis seorang perempuan yang ditemukan tewas dengan kondisi tubuh terbakar di wilayah Dusun Batu Leong, Kecamatan Sekotong Barat, Kabupaten Lombok Barat, akhirnya menemui titik terang.
Fakta mengejutkan terungkap, pelaku pembunuhan tersebut tak lain adalah anak kandung korban sendiri.
Korban diketahui berasal dari Kelurahan Monjok Baru, Kota Mataram.
Sementara pelaku berinisial BPR alias Rio, yang merupakan anak kandung korban. Berdasarkan hasil penyelidikan kepolisian, pelaku terlebih dahulu membekap korban hingga meninggal dunia, sebelum kemudian membawa jasad sang ibu ke wilayah Sekotong Barat dengan tujuan menghilangkan jejak kejahatan.
Aparat kepolisian mengungkapkan, setelah memastikan korban tidak bernyawa, pelaku kemudian membakar jasad korban guna mengaburkan fakta kematian.
Tindakan tersebut dilakukan dengan sadar dan terencana, sehingga menguatkan dugaan adanya unsur kesengajaan dalam peristiwa tersebut.
Dari hasil pendalaman sementara, pelaku diketahui merupakan residivis kasus narkoba. Polisi juga mengungkap adanya motif sakit hati yang mendalam terhadap korban, yang diperparah oleh persoalan utang piutang antara pelaku dan korban.
Namun demikian, motif tersebut masih terus didalami oleh penyidik guna mengungkap secara utuh latar belakang peristiwa tragis tersebut.
Ironisnya, di mata warga sekitar, pelaku dikenal sebagai pribadi pendiam, tertutup, dan berperilaku sopan.
Hal tersebut membuat warga setempat mengaku sangat terkejut dan tidak menyangka pelaku mampu melakukan tindakan sekeji itu terhadap ibu kandungnya sendiri.
Hingga saat ini, pelaku telah berhasil diamankan oleh aparat kepolisian bersama Tim Jatanras dan tengah menjalani pemeriksaan intensif.
Polisi memastikan proses hukum akan berjalan secara profesional dan transparan.
Kasus ini menjadi pengingat pahit bagi masyarakat bahwa konflik keluarga yang tidak terselesaikan dapat berujung pada tragedi kemanusiaan yang memilukan, bahkan ketika pelakunya adalah darah daging sendiri.
Redaksi
H.sujayadi




