Aceh

Pendataan Rumah Korban Banjir di Aceh Tamiang Disorot, Warga Nilai Tim BNPB Tidak Transparan

Tribuanacakrawalanusantara.com | Aceh

Aceh Tamiang, Aceh — Proses pendataan rumah warga korban bencana banjir di Kabupaten Aceh Tamiang menuai sorotan tajam.

Warga menilai terdapat banyak kejanggalan dalam kegiatan yang dilakukan oleh tim Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di lapangan, khususnya di Kecamatan Sekrak, Desa Pante Perlak, dan wilayah sekitarnya.

Berdasarkan pengakuan warga korban banjir, tim pendata diduga hanya melakukan pengambilan foto di depan rumah tanpa melakukan pemeriksaan langsung terhadap tingkat kerusakan bangunan akibat bencana. Padahal, pemeriksaan fisik rumah dinilai sangat penting untuk memastikan klasifikasi kerusakan secara objektif dan adil.

“Rumah yang seharusnya masuk kategori rusak sedang justru dicatat sebagai rusak ringan. Bahkan rumah yang rusak ringan ada yang tidak didata sama sekali.

Sementara rumah yang rusak berat diturunkan kategorinya menjadi rusak sedang,” ungkap sejumlah warga korban banjir kepada awak pers Tribuana Muda Nusantara, Rabu (4/2/2026).

Warga menilai praktik pendataan tersebut sangat merugikan korban bencana karena berpotensi memengaruhi besaran bantuan yang akan diterima. Mereka menduga adanya ketidaksesuaian antara kondisi riil di lapangan dengan data yang dilaporkan.

Selain itu, warga juga mengeluhkan sikap aparatur pemerintahan di tingkat desa dan kecamatan.

Menurut keterangan warga, kepala desa dinilai tidak aktif membela dan memperjuangkan hak warganya yang terdampak banjir, begitu pula peran pihak kecamatan yang dianggap lemah dalam melakukan pengawasan.

“Hampir tidak ada pembelaan dari kepala desa maupun kecamatan. Kami seperti dibiarkan,” ujar salah satu warga dengan nada kecewa.

Hasil investigasi Tim Tribuana Muda Nusantara di lapangan menguatkan keluhan warga terkait dugaan ketidakberesan pendataan tersebut.

Oleh karena itu, masyarakat mendesak agar kegiatan pendataan oleh tim BNPB di Aceh Tamiang segera dibenahi dan dilakukan ulang secara transparan, akuntabel, serta melibatkan pengawasan independen.

Warga berharap pemerintah pusat dan pihak terkait segera turun tangan untuk mengevaluasi kinerja tim di lapangan agar hak-hak korban bencana banjir tidak terabaikan.

Tribuana Cakrawala Nusantara.com akan terus mengawal dan memantau perkembangan kasus ini sebagai bentuk komitmen dalam menyuarakan kepentingan masyarakat dan mengawal keadilan sosial.

Redaksi/H.sujayadi

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button