Bantuan Korban Puting Beliung Dinilai Tak Layak, Pemerintah Desa Montong Terap Disorot Tajam

Lombok Tengah | Tribuana Cakrawala Nusantara.com
Penanganan korban bencana angin puting beliung (samapi) yang melanda Dusun Prewo dan Dusun Pancor, Desa Montong Terap, Kabupaten Lombok Tengah, menuai kecaman keras dari masyarakat.
Bantuan yang disalurkan kepada warga terdampak dinilai tidak layak, tidak proporsional dengan tingkat kerusakan, serta terkesan asal-asalan.
Kondisi ini memunculkan sorotan tajam terhadap kinerja dan tanggung jawab Pemerintah Desa Montong Terap.
Pantauan langsung Tribuana Cakrawala Nusantara.com di lokasi kejadian menunjukkan fakta yang memprihatinkan.
Sejumlah rumah warga mengalami kerusakan berat, mulai dari atap rumah beterbangan, rangka bangunan patah, hingga dinding roboh.
Namun ironisnya, bantuan yang diterima warga tidak mencerminkan tingkat kerusakan tersebut, bahkan dinilai tidak memberikan dampak signifikan bagi pemulihan korban.
“Rumah kami rusak parah, tapi bantuan yang datang tidak jelas manfaatnya.
Seolah-olah pemerintah desa tidak pernah turun melihat kondisi kami secara langsung,” ungkap salah satu korban di Dusun Pancor dengan nada kecewa.
Keluhan serupa disampaikan warga Dusun Prewo.
Mereka menilai Pemerintah Desa Montong Terap lalai melakukan pendataan dan verifikasi kerusakan secara akurat.
Akibatnya, bantuan yang disalurkan tidak tepat sasaran dan jauh dari kebutuhan riil warga terdampak bencana.
“Kalau pemerintah desa benar-benar bekerja, seharusnya mereka berdiri di depan memperjuangkan hak warga, bukan hanya menunggu bantuan turun tanpa memastikan kecukupan dan kelayakannya,” tegas seorang warga Dusun Prewo.
Secara administratif dan hukum, pemerintah desa memiliki kewajiban melakukan pendataan korban secara objektif, menyusun laporan kerusakan yang jujur, serta mengusulkan bantuan sesuai tingkat dampak bencana kepada pemerintah di atasnya.
Kelalaian atau ketidakmampuan menjalankan fungsi tersebut tidak dapat dianggap sebagai kesalahan sepele, melainkan berpotensi masuk dalam kategori pengabaian pelayanan publik dan maladministrasi.
Kondisi ini menimbulkan pertanyaan serius di tengah masyarakat:
Apakah pendataan korban benar-benar dilakukan secara menyeluruh?
Apakah laporan kerusakan disampaikan sesuai fakta di lapangan?
Ataukah terdapat ketidakberesan dalam proses penyaluran bantuan bencana?
Masyarakat mendesak Camat, BPBD Lombok Tengah, serta Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah untuk segera turun langsung ke lokasi, melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja Pemerintah Desa Montong Terap, serta membuka secara transparan proses pendataan dan penyaluran bantuan bencana.
Tak hanya itu, warga juga meminta dilakukan audit dan pemeriksaan administratif terhadap pemerintah desa guna memastikan tidak adanya penyimpangan, kelalaian, maupun praktik tidak bertanggung jawab dalam penanganan korban bencana.
Hingga berita ini diterbitkan, Pemerintah Desa Montong Terap belum memberikan keterangan resmi.
Sementara itu, warga korban puting beliung masih bertahan di rumah yang tidak layak huni dan menjalani kehidupan dalam kondisi serba kekurangan.
Masyarakat berharap tragedi kemanusiaan ini tidak dibiarkan berlarut-larut.
Negara diminta hadir secara nyata, dimulai dari pemerintah desa sebagai garda terdepan pelayanan publik, bukan justru menjadi titik terlemah dalam perlindungan warganya sendiri.
H.sujayadi/Redaksi




