Mataram NTB

Balap Liar Merajalela di Jalur Praya–Mantang, Kapolres Lombok Tengah Diminta Turun Tangan

 

TribuanaCakrawalaNusantara.com | Lombok Tengah – NTB .7 –2 –2026

Aksi balap liar yang diduga kuat dilakukan oleh sejumlah anak-anak dan remaja kembali merajalela di jalur Praya–Mantang, tepatnya di wilayah Desa Sade–Barabali, Kecamatan Mantang, Lombok Tengah. Kegiatan berbahaya ini rutin terjadi pada dini hari sekitar pukul 01.40 WITA, saat kondisi jalan sepi dan minim pengawasan.

Ironisnya, meski aktivitas tersebut sudah sering dikeluhkan warga, hingga kini belum terlihat langkah tegas dan nyata dari aparat kepolisian setempat. Kondisi ini memicu keresahan mendalam di tengah masyarakat yang setiap hari menggunakan jalur tersebut sebagai akses utama.

Balap liar di jalan umum bukan sekadar pelanggaran biasa, melainkan ancaman nyata terhadap keselamatan jiwa. Jalan raya berubah menjadi arena adu nyali, sementara keselamatan masyarakat dipertaruhkan.

⚖️ Langgar Hukum, Ancam Nyawa

Secara hukum, aksi balap liar jelas melanggar Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Pelaku dapat dijerat Pasal 297 dengan ancaman pidana kurungan hingga 1 tahun atau denda maksimal Rp3.000.000.

Penggunaan knalpot bising juga melanggar Pasal 285 ayat (1), serta kendaraan dapat disita sebagai barang bukti.

Fakta di lapangan menunjukkan bahwa pembiaran hanya akan melahirkan korban. Banyak kasus balap liar di berbagai daerah berujung kecelakaan maut. Lombok Tengah tidak boleh menunggu tragedi serupa terjadi.

🚨 Desakan Keras ke Kapolres Lombok Tengah

Masyarakat Desa Sade–Barabali secara terbuka mendesak Kapolres Lombok Tengah untuk segera turun tangan langsung, bukan sekadar imbauan.

Warga menuntut:

Patroli rutin dan masif pada jam rawan dini hari

Penindakan tegas tanpa kompromi

Penyitaan kendaraan balap liar

Pemanggilan orang tua bagi pelaku di bawah umur

“Jangan tunggu ada korban jiwa baru bergerak. Jalan umum ini bukan sirkuit,” tegas salah satu warga.

🛑 Uji Nyali Aparat Penegak Hukum

Tribuana Cakrawala Nusantara menilai, maraknya balap liar di jalur Praya–Mantang menjadi uji nyali dan uji komitmen aparat pen ASSERTakan hukum. Ketegasan polisi sangat dinanti masyarakat untuk mengembalikan rasa aman dan ketertiban.

Jika persoalan ini terus dibiarkan, maka kepercayaan publik terhadap penegakan hukum patut dipertanyakan.

Tribuana Cakrawala Nusantara akan terus mengawal persoalan ini hingga ada tindakan nyata di lapangan, demi keselamatan masyarakat Lombok Tengah.

(H.sujayadi) –Redaksi.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button